
Assalamu ‘alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Hola gengs.. Apa kabar? gimana bimbel onlinenya?? Masih tetep belajar kan pastinya dirumah walau dirumahkan. O iya gengs, hari ini aku mau posting sesuatu yang sangat berbeda dari biasanya. Widih apaan yak?? Penasaran kan?? Let’s scroll down..
Metafora Pendidikan Indonesia – Finlandia

Menurut survey kemampuan belajar yang dilakukan oleh Programme for International Student Assessment (PISA), pada Selasa (3/12) di Paris, menempatkan Indonesia di peringkat ke-72 dari 77 negara. Hal ini tentunya menjadi sebuah tamparan keras bagi kita mengingat Indonesia merupakan dengan peringkat ke-6 terbawah masih jauh dari Negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam.
Hasil penelitian PISA menyebutkan bahwa Indonesia mendapatkan angka 371 untuk kategori membaca, 379 untuk matematika dan 396 untuk ilmu pengetahuan (sains). Indonesia tertinggal dari Malaysia yang berada di peringkat ke-56, dengan mendapat nilai 415 untuk membaca, 440 untuk matematika dan 438 untuk sains.
Mengapa Hal ini bisa terjadi? Kualitas pengajar yang masih jauh dari harapan, sistem pendidikan yang membelenggu murid untuk selalu menjadi apa yang diminta bukan apa yang di cita-citakan, Kurangnya pembenahan lembaga pendidikan, krisis keuangan yang mengakibatkan putus sekolah, kurangnya minat membaca, globalisasi dengan segala dampak buruknya, dan masih banyak lagi.
Bila kita bandingkan dengan Negara dengan pendidikan terbaik Finlandia, Kita memiliki banyak perbedaan mencolok baik dari segi kurikulum, jam belajar, hingga proses pembelajarannya. Di Finlandia, wajib belajar dihitung ketika seorang anak berusia 6 tahun. Namun bagi orang tua yang ingin anaknya mendapatkan pendidikan lebih dini, sistem Finlandia menawarkan program pendidikan dan perawatan anak usia dini yang mengadopsi model “belajar melalui permainan” untuk mempromosikan “pertumbuhan seimbang,”. Proses belajar mengajarnya pun disesuaikan dengan minat dan bakat anak sehingga mereka bebas untuk mengekspresikan diri mereka dalam bidang yang mereka tekuni. Para siswa SD di Finlandia hanya menghabiskan waktu 4-5 jam perhari di sekolah. Sedangkan untuk SMP dan SMA memiliki sistem yang sama dengan perguruan tinggi. Mereka hanya datang pada jam mata pelajaran yang mereka pilih saja. Itu menghapus dua hambatan pendidikan yaitu Sistem pembelajaran yang membelenggu dan kurangnya minat belajar.
Di Finlandia, segala hal yang berhubungan dengan pendidikan itu GRATIS, baik itu biaya makan, transportasi, dan kesehatan. Orang tua disana tidak lagi memusingkan biaya yang harus dikeluarkan untuk biaya sekolah ataupun uang jajan anaknya dan itu tentunya. Lagi-lagi itu memusnahkan satu hambatan pendidikan yakni krisis ekonomi yang mengakibatkan putus sekolah, gimana mau berhenti sekolah coba orang semuanya gratis.
Lanjut gengs, disana juga ga ada PR dan Ranking lo.. keren kan, idaman banget gak sih tu? Karena menurut orang Finlandia, PR itu Cuma jadi hambatan buat anak-anak disana buat berkarya dan bereksplorasi sepulang sekolah. Mereka juga beranggapan kalau semua anak di Finlandia itu sama-sama pintar sehingga ga perlu lagi tu sistem penomoran yang cuma bikin si anak putus asa. UN juga ga ada lo di Finlandia, Pemerintah di Skandinavia itu menganggap bahwa gurulah yang bisa menilai dan lebih tau kemampuan siswanya. Hal ini membuat siswa tidak tertekan dan bebas mengasah kemampuan mereka di bidang yang mereka minati.
Ok, ini bagian yang paling menarik. Selain dari fasilitasnya yang lengkap, sekolah-sekolah di Finlandia memperbanyak waktu istirahat dan bermain. Di sana waktu istirahat bisa mencapai 45 menit. Kegiatan di sekolah juga banyak diisi dengan bermain. Mereka percaya bahwa setiap siswa akan berhasil jika memiliki waktu bersantai atau istirahat yang cukup. Widih.. keren gak tu??
Jadi gengs aku Cuma mau ngasih sebuah kesimpulan. Kalau dilihat dari segala sisi Indonesia memang masih banyak tertinggal. So kita masih perlu banyak berbenah nih. Dan buat kalian yang lagi baca blog aku ini, Ayo dong jangan main igeh mulu, jangan posting fesbuk terus, jangan waiting for any hours Cuma buat nunggu balesan si doi yang entah sampai kapan pekanya. Move on dari kebiasaan lama kita yang suka nanti-nanti. Kita belajar bareng-bareng, kita bangun bangsa ini bareng-bareng, karena kalau bukan kita yang merusin bangsa ini siapa lagi?
Dan buat bapak-bapak ibu-ibu petinggi pemerintahan. Bantuin kami, dukung kami, supaya kami bisa sukses dan bisa membuat bangsa ini menjadi bangsa yang lebih baik. Kami gak perlu janji-janji manis, kami cuma butuh uluran tangan bapak dan ibu untuk peduli dan menengok kebelakang tentang semua kerumitan yang kami alami.
Ok gengs, mungkin ini udah terlalu panjang lebar tinggi. Hope you like it.
Assalamu ‘alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
“Education is the best friend. An educated person is respected everywhere. Education beats the beauty and the youth.”
Chanakya
