Assalamu ‘alikum Warahmatullahi Wabarakatu
Halo semuanya, hari ini saya akan kembali menulis sebuah artikel setelah sekian lama vakum dari aktivitas blogging yang telah mengantarkan saya menjadu seseorang yang rajin menulis. Apa yang akan saya bahas kali ini? Let’s scroll down
Alasan Kuat mengapa Virus Corona Harus Secepatnya Angkat Kaki dari Indonesia

Dari judulnya saja kalian pasti sudah tau kalau ini adalah pembahasan yang sudah biasa bahkan cenderung membosankan. Virus Corona atau Severe Acute Respiratory Syndrom Coronavirus(SARS-CoV-2) adalah salah satu jenis virus yang menyerang bagian sistem pernapasan. Sedangkan penyakit yang ditimbulkan oleh virus ini sendiri disebut COVID-19. Jadi nama penyakitnya yang COVID-19, kalau nama virusnya SARS-CoV-2.
By the way, aku bakal mengungkit sedikit tentang siapa si Virus SARS-CoV-2 ini. Adanya semacam duri yang berbentuk mirip mahkota di permukaan viruslah yang menyebabkan ia diberi nama corona. Menurut IB Times, kata corona sendiri berasal dari bahasa latin yang artinya mahkota.
Dikutip dari CNN, coronavirus sebenarnya sudah ada sejak lama. Namun, virus tersebut biasa ditemukan pada hewan, seperti kucing, anjing, babi, sapi, kalkun, ayam, tikus, kelinci, dan kelelawar.
Namun, virus corona pada hewan hanya dapat menyebar antara binatang yang satu dengan binatang yang lain. Bahkan, sebagian hanya bertahan pada inang aslinya saja dan tidak menyebar. Jadi dia sebenernya awalnya cuma betah sama hewan-hewanan aja, bahkan sebagian dari mereka ada yang setia sama satu hewan aja, ea.
“Biasanya virus dari satu hewan tidak menular ke spesies hewan lain, atau ke manusia,” kata Kepala Divisi Penyakit Menular Anak-anak di Rumah Sakit Anak Pittsburgh University Center Medical Pittsburgh, Dr. John Williams.
“Jadi biasanya jika virus berpindah dari hewan ke manusia, itu seperti jalan buntu. Orang itu sakit tetapi tidak menyebar lebih lanjut,” sambungnya.
Kemudian, sebuah penelitian yang diterbitkan bulan Februari menyebutkan bahwa tampaknya virus corona berasal dari kelelawar. Virus tersebut berhasil bermutasi dari tubuh sang inang.
Penelitian tersebut menemukan coronavirus pada kelelawar memiliki 96% genetik yang mirip dengan virus corona yang saat ini menginfeksi orang di seluruh dunia. Namun, virus corona bukan infeksi langsung dari kelelawar, melainkan dari spesies lain yang terinfeksi dari kelelawar dan akhirnya menyerang tubuh manusia.
Nah sekarang kita bakal kupas nih gejala si penyakitnya yaitu COVID-19. Menurut artikel dari Kementrian Kesehatan, presentase kemungkinan kematian pada COVID-19 sebenarnya sangat rendah, 80% diantaranya bisa sembuh sendiri tanpa memerlukan perawatan khusus. Dan 20% lainnya dengan kondisi yang bervariasi mulai dari hanya memerlukan perawatan hingga meninggal dunia. Gejala yang ditimbulkan juga bervariasi tergantung dengan bagaimana tubuh si penderita menyikapi virus ini. Ada yang hanya gejala ringan hingga ke tahap yang paling serius. Penasaran kan? Aku taro di sini ya⤵
Gejala yang paling umum:
- Demam
- Batuk kering
- Kelelahan
Gejala yang sedikit tidak umum
- Rasa tidak nyaman dan nyeri
- Nyeri tenggorokan
- Diare
- Konjungtivitis (mata merah)
- Sakit kepala
- Hilangnya indera perasa atau penciuman
- Ruam pada kulit, atau perubahan warna pada jari tangan atau jari kaki
Gejala serius
- Kesulitan bernapas atau sesak napas
- Nyeri dada atau rasa tertekan pada dada
- Hilangnya kemampuan berbicara atau bergerak
O iya nih, satu lagi hal yang perlu kalian waspadai adalah orang yang sudah lanjut usia atau memiliki riwayat penyakit tertentu (seperti diabetes, tekanan darah tinggi dan penyakit jantung), cenderung lebih mudah untuk terserang penyakit ini dan peresentase tingkat kematian juga lebih tinggi.
Oke setelah cape ngebacot about Virus corona dan segala tentang dia dan perjalanannya, sekarang aku mau ngomongin topik utamanya yaitu apa yang membuat Virus corona harus segera angkat kaki dari sini? Oke aku bakal jabarkan dibawah ini dan ini dari sudut pandangku yang mungkin sepemikiran dengan kalian.
- COVID-19 sudah banyak melemahkan Indonesia baik dari segi ekonomi, kegiatan industri, dan dunia pariwisata. Hal ini tentunya sangat berpengatuh terhadap jalannya pemerintahan dan pada akhirnya menimbulkan masalah-masalah lainnya yang lebih rumit
- Aktifitas belajar mengajar menjadi terhambat. Disebabkan kurangnya kedekatan dan sosialisasi antara guru dan murid seringkali membuat aktfitas belajar mengajar yang sejatinya bisa lebih menyenangkan berubah menjadi sangat membosankan dan cenderung membawa stress karena tak jarang KBM Daring memberi setumpuk tugas. Mengutip kata-kata seorang komedian yaitu Bintang Emon, “Seminggu pertama kita ngerjain tugas, tiga minggu kemudian kita yang dikerjain ama tugas” begitu ucapnya dengan gaya bahasanya yang kocak
- Menjadikan kita lebih sibuk dengan gadget kita masing-masing. Nah kalau yang ini sih sebenernya relatif, tergantung siapa dan bagaimana kondisinya saat karantina. Namun rata-rata kita malah jadu sibuk berhubungan dengan yang jauh menggunakan gadget dan melupakan yang dekat walau hanya tinggal bertatap muka.
- Memisahkan dua orang yang saling menyayangi hanya karena bosan dan tanpa kabar. Ini adalah masalah yang cenderung mengarah kepada sebuah hubungan yang lebih runyam sehingga saya tidak perlu menjelaskannya karena takut durasinya kepanjangan.
Oke semua, sekian pembahasan kali ini. Sebisa mungkin sering cuci tangan dan jaga kesehatan ya, baik saat Pandemi ataupun setelahnya. Gak rugi kok, kan enak kalau kamu tetep sehat. Ortu ga stress, kamu ga ketinghalan pelajaran, teman ga perlu repot jenguk, dan seseorang dengan hatinya tidak perlu stress memikirkan kamu.
Sampai ketemu di pembahasan selanjutnya. Salam hangat dari Gadis Tanah Melayu
Wassalamu ‘alaikum Warahmatullahi Wabarakatu
“Kita kuat kok, kita hanya perlu melaluinya bersama-sama. Ingat! bersama-sama, tidak sendiri-sendiri”
Syahlaily Hamda
