Pembahasan Masalah yang Ramai Diperbincangkan

Kesengsaraan Masyarakat Dibalik Belenggu Iblis Bertopeng Pandemi

Assalamu ‘alaikum Warahmatullahi Wabarakatu

Halo semua, udah lama nih ga ngobrol bareng sama aku. Kenapa sih aku jarang post artikel? Hehe lagi tahap penyesuaian nih, baru jalanin semester pertama di SMA soalnya. O iya hari ini Kaylie bakal bahas tentang pandemi lagi nih. Wah bahas pandemi gimana lagi nih? Let’s scroll down guys and hope you like it

Kesengsaraan Masyarakat Dibalik Belenggu Iblis Bertopeng Pandemi

Hari ini, sudah hampir 10 bulan kita menjalani masa pandemi dengan melakukan aktivitas dari dalam rumah dan menerapkan protokol kesehatan untuk memperkecil kemungkinan penularan virus yang sedang mewabah yakni virus Covid-19. Disaat yang sama juga banyak rakyat kecil yang pada akhirnya membulatkan tekadnya untuk tetap berjuang mencari nafkah demi anak dan istrinya yang menunggu barangkali sesuap nasi untuk mengganjal perut yang mulai keroncongan karena lama tak diisi. Hal ini tentu bukanlah hal yang mudah mengingat begitu cepatnya penularan virus apabila tidak jeli dan berhati-hati dalam menanganinya.

Karena aktivitas yang pergerakannya di persempit, banyak sekali perusahaan yang bangkrut dan pada akhirnya menutup pabrik dan perusahaannya karena barang dagangan yang nyaris tak disentuh pembeli yang sebenarnya lebih ke arah belum membutuhkan barang dagangan mereka. Hal ini juga mengakibatkan maraknya PHK pada pekerja di perusahaan-perusahaan yang nyaris bangkrut akibat terlilit utang. Pada akhirnya hal ini menimbulkan masalah baru yaitu banyaknya pengangguran dan meningkatnya angka kemiskinan.

Selain itu, akibat dari masyarakat yang mulai sulit mendapatkan uang. Harga barang di pasar juga semakin melonjak tinggi. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya harga sejumlah kebutuhan dan kelangkaan beberapa barang yang memperburuk perekonomian negara. Tentunya angka kriminalitas dalam negeri akan bertambah dan semakin menekan kondisi masyarakat lainnya yang nyaris masuk kedalam daftar masyarakat kurang mampu.

Dan bukannya berbelas kasih, banyak pula orang yang mampu tapi malah menekan saudara-saudarinya yang lemah dengan harta yang ia punya. Pinjaman dengan bunga besar, pekerjaan yang tidak sesuai dengan gaji, hingga penindasan pada kaum yang lemah kini seolah menjadi hal yang sepele untuk didengarkan. Seolah pandemi mempertegas garis kasta yang ada di dalam masyarakat Indonesia.

Bukan hanya pada perekonomian dan sosial saja, dari segi politik juga Indonesia tengah melanda krisis keadilan. Seolah pemerintahan di Indonesia benar-benar buta akan hukum yang adil untuk rakyatnya. Tak hanya itu, banyak pemimpin yang kedapatan tidak jujur dalam melakukan tugasnya. Maraknya korupsi seperti sudah menjadi berita wajib dalam pembuka setiap acara berita di pagi hari seusai solat subuh. Padahal pemerintah seharusnya lebih bijak dalam menyikapi hukum di masa pandemi dengan mempertegas keadilan untuk menyikapi kasus-kasus besar dalam sistem pemerintahan itu sendiri. Belum lagi masalah yang baru-baru ini sedang ramai mengenai korupsi dana bantuan sosial yang nilainya mencapai miliyaran rupiah. Dan dikabarkan bantuan yang diberikan juga berasal dari makanan pokok kelas rendah seperti beras kualitas rendah dan sarden kalengan yang ternyata kaya akan campuran air. Padahal uang miliyaran rupiah tadi seharusnya bisa dipergunakan untuk hal yang lebih baik ketimbang untuk sekedar mengenyangkan perut para koruptor tersebut. Walau hanya terbilang 10-30 ribu per paketnya, tapi bila dikalikan maka uang yang berhasil di gelapkan oleh para koruptor senilai dengan harga sebuah rumah mewah dan belasan mobil avanza yang seharusnya bisa di alih fungsikan untuk dana tambahan kuota subsidi atau perbaikan sekolah-sekolah pelosok tanpa akses internet yang kondisi nya mulai memprihatinkan.

Jangan lupakan diskriminasi agama yang juga terjadi baru-baru ini. Penyiksaan pada sekelompok orang yang bermotif agama itu sendiri seolah menyayat hati kita selaku umat beragama yang diajarkan untuk saling toleransi dan menghargai perbedaan. Penyiksaan pun dilakukan oleh aparat negara yang seharusnya bertanggung jawab untuk mengamankan negara dan memperkecil adanya kerusuhan.

Bila dikaji lebih dalam, pandemi Covid-19 bukan hanya tentang penyebaran sebuah virus yang begitu mematikan. Tapi pandemi juga menyiasati diri sebagai pemecah belah bangsa, penghancur masa depan para kaum pelajar dan mahasiswa yang terkekang ruang dan terhimpit waktu, serta pengoyak bendera persatuan yang sudah berkibar dengan gagah sejak dulu di dalam hati para rakyat Indonesia.

Kepada para muda mudi penerus bangsa dan pejuang keadilan. Bangkitkan rasa toleransi dan gemar menolong dalam diri. Cintai bangsa ini seperti kita mencintai diri kita sendiri. Karena yang kita hadapi bukan hanya sebatas virus, melainkan bangsa kita sendiri.

Oke mungkin itu aja tulisan aku hari ini, semoga kalian suka. Sekian dan salam hangat dari Gadis Tanah Melayu.

Wassalamu ‘alaikum Warahmatullahi Wabarakatu

Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.

Ir. Soekarno

Tinggalkan komentar